Fatimah Hidayati

Showing posts with label Kesehatan dan Kedokteran (Umum). Show all posts
Showing posts with label Kesehatan dan Kedokteran (Umum). Show all posts

Thursday, November 17, 2011

Diet bagi Penderita Asam Urat

Penyakit asam urat atau arthritis gout sering dialami oleh banyak orang, baik usia muda maupun tua, laki-laki ataupun perempuan. Penyakit sendi yang disebabkan oleh asam urat memiliki gejala nyeri berulang pada persendian, terutama ruas sendi ibu jari tangan maupun kaki karena adanya endapan kristal monosodium urat akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperuricemia).

Asam urat merupakan hasil metabolisme dari pemecahan sel-sel darah di dalam tubuh. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat sebanyak 85 % untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa hanya sekitar 15 persen asam urat yang dihasilkan oleh makanan yang kita makan. Asam urat dari makanan merupakan hasil pemecahan dari senyawa purin yang terkandung di dalam makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup.

Normalnya, asam urat akan terutama dikeluarkan melalui urin. Tubuh penderita asam urat memproduksi asam urat melebihi kemampuannya untuk membuang dengan cepat. Karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada, maka kadarnya akan meningkat dalam darah. Penderita asam urat biasanya ditandai dengan seringnya mengalami kesemutan, linu kesakitan atau nyeri sendi secara mendadak.  Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan peradangan berupa rasa nyeri, bengkak panas dan kemerahan (arthritis sendi). Kadar asam urat yang tinggi juga dapat menimbulkan batu ginjal yang akan memperberat kerja ginjal.

Gout sebagian dipicu oleh faktor genetik. Kebiasaan makan dan gaya hidup, seperti berlebihan mengkonsumsi jeroan dan makanan tinggi purin lainnya juga meningkatkan risiko gout. Serangan gout sebelum umur 30 atau pada wanita pra-menopause bisa mengindikasikan cacat enzim warisan, penyakit ginjal berat atau keracunan obat atau toksin, seperti etanol atau timbal.

Ada empat tahap penyakit gout. Tahapan ini penting untuk mengetahui dan memahami perkembangan kondisi penyakit. Dengan pengelolaan asam urat yang baik, diharapkan kita dapat menghindari tahapan terakhir gout yang melumpuhkan.

Tahap 1. Hiperuricemia Asimtomatik. Kadar asam urat di tubuh Anda tinggi, tetapi tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar orang dalam tahap ini menyadari kondisi mereka setelah melakukan tes darah yang mengukur jumlah asam urat yang terkandung dalam sistem peredaran darah. Perawatan biasanya tidak diperlukan pada tahap ini. Kebanyakan pasien memiliki kadar asam urat tinggi selama bertahun-tahun sebelum serangan pertama mereka. Risiko serangan meningkat dengan meningkatnya kadar asam urat. Pengobatan yang tepat dalam tahap ini adalah berupaya mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.

Tjempol_thumbahap 2. Serangan gout akut. Hiperuricemia berkelanjutan menyebabkan penumpukan kristal natrium urat di persendian. Kristal ini kemudian merangsang pelepasan berbagai mediator inflamasi yang menimbulkan serangan akut. Pasien biasanya terbangun di malam hari karena rasa sakit dan pembengkakan sendi. Gejala gout tahap ini meliputi nyeri dan peradangan, sendi yang terkena menjadi panas dan lembek bila disentuh, terlihat kemerahan atau memar, terasa gatal dan mengelupas setelah sakitnya mereda. Rasa sakit akan menghilang dalam 3-10 hari, bahkan bila tanpa pengobatan.

Tahap 3.:Interval kritis. Ini adalah tahap setelah episode gout yang bebas gejala. Pada kebanyakan orang, tahap ini berlangsung dari 6 bulan sampai 2 tahun setelah serangan pertama gout. Pada yang lainnya, kondisi tanpa gejala ini dapat berlangsung 5 – 10 tahun. Saat ini adalah waktu ideal untuk mencegah serangan yang akan datang. Gout secara klinis tidak aktif tetapi masih ada dan penyakit itu terus berkembang jika asam urat tidak dikendalikan. Semakin besar kadar asam urat, semakin pendek interval untuk serangan berikutnya.

Tahap 4. Gout tingkat lanjut. Pada tahap akhir gout ini, gejala dan efeknya menetap. Sejumlah besar asam urat telah mengkristal menjadi deposit di tulang rawan serta tendon dan jaringan lunak, dan bahkan pada selaput antar tulang. Pasien sering mengalami berbagai gejala, seperti kekakuan sendi, keterbatasan gerakan sendi, nyeri sendi terus-menerus, luka dengan nanah putih di daerah yang terkena, nyeri sendi simultan pada berbagai bagian tubuh, dan fungsi ginjal memburuk. Tahap ini juga disebut tahap tofus. Tofus (jamak: tofi) adalah massa kristal urat yang disimpan dalam jaringan lunak, yang dapat menghancurkan jaringan lunak dan persendian. Tofus paling sering berkembang di siku, lutut, jari kaki, dan tendon Achilles.

Untuk memastikan nyeri sendi bengkak itu dikarenakan asam urat, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Jadi tidakk semua nyeri sendi atau sendi bengkak itu disebabkan asam urat. Kadar normal  asam urat berkisar antara 5-7 mg/dL, untuk wanita berkisar 2,6 hingga 6 sementara bagi pria yaitu 3,5 hingga 7. Pada saat serangan, obat penurun asam urat dalam darah tetap dibutuhkan, karena tidak cukup hanya dengan mengurangi jumlah makanan yang mengandung purin.

Pada tahapan pemeliharaan, agar kadar asam urat berada dalam rentang normal maka dianjurkan untuk mengatur pola makan dan membatasi makanan yang mengandung senyawa purin, mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan kalori tubuh, rendah lemak, tinggi cairan dan tanpa alkohol. Untuk itu, sangatlah perlu untuk mengetahui bahan makanan apa saja yang termasuk makanan rendah purin ataupun bahan makanan tinggi purin.

Kandungan Purin dalam Bahan Makanan (Tabel)

Sisi Positif Ibu Menyusui

 

BFIbu yang berniat untuk menyusui bayinya, selama ini kita mengetahui banyak manfaat positif air susu ibu (ASI). Sebagai ibu, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi sang bayi, tidak ada yang lebih alami daripada ASI. Oleh karena itu, ASI sangat direkomendasikan untuk bayi sampai usia dua tahun, terutama 6 bulan pertama usia bayi tanpa disertai makanan lain yang sering disebut sebagai ASI eksklusif. ASI adalah makanan pertama yang terbaik untuk bayi Anda.

Namun ternyata, selain baik untuk bayi, menyusui bayi itu juga banyak memberikan manfaat kesehatan bagi sang ibu dari semenjak melahirkan. Menyusui mencegah dan meringankan postpartum hemorrhage (pendarahan setelah melahirkan) karena ketika payudara di hisap oleh bayi, tubuh ibu terangsang untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini telah diteliti berguna untuk membuat rahim berkontraksi (mengerut) sehingga pembuluh darah yang luka karena melahirkan menjadi terjepit dan jumlah darah yang keluar menjadi berkurang. Keuntungan lain yang didapatkan oleh ibu dengan mengerutnya rahim adalah rahim akan kembali hingga hampir seukuran semula. Setiap kali anda menyusui dengan payudara anda akan merasakan kontraksi pada rahim, ini tanda-tanda hormon oksitosin sedang bekerja.

Secara alami kelenjar susu di payudara ibu akan memproduksi ASI begitu bayi dilahirkan, maka jika ASI tidak diberikan pada bayi, payudara ibu akan membengkak dan mengeras sehingga menimbulkan rasa sakit bagi ibu. Sebaliknya, dengan meyusui akan membuat ASI tersalurkan dengan baik sehingga payudara terhindar dari rasa sakit. Pada ibu yang tidak menyusui pun, ASI tetap harus dikeluarkan secara rutin dengan cara dipompa untuk menghindari pembengkakan dan peradangan. Jadi, manfaatkanlah menyusui bayi Anda sebagai cara alami untuk mengeluarkan ASI.

ASI merupakan salah satu metode kontrasepsi. Manfaat ASI sebagai KB alami ini diakibatkan oleh karena menyusui dapat mengakibatkan penundaan ovulasi sehingga ibu menyusui tidak subur untuk sementara waktu. Salah satu tanda belum kembalinya kesuburan seorang wanita adalah tidak datangnya